Al-Hikam
Syaikh Ibnu Atho'ilah
1. Tanda-Tanda Orang Yang Bersandar Kepada Amalnya Sendiri
min 'alaamaatil i'timaadi 'alal 'amali nuqshoonur rojaa 'ingda wujuudiz zalali
"Dari sebahagian tanda-tanda bersandarnya seseorang kepada amalnya sendiri, adalah kurangnya harapan kepada wujud Allah swt".
2. Maqom Kasab Dan Tajrid
iroodatukat tajriida ma'a iqoomatillaahhi iyyaaka fil asbaabi minasysyahhwatil khofiyyati. wa iroodatukal asyaaba ma'a iqoomatillaahhi iyyaaka fiit tajriidi inhithoothum minal hhimmatil 'aliyyati.
"Keinginanmu untuk Tajrid (melulu beribadat tampa usaha mencari nafkah), sedangkan Allah swt masih menempatkan dirimu saat ini pada Maqom Kasab (usaha mencari nafkah), maka itu adalah Syahwat Khofi (keinginan nafsu yang samar). Dan keinginanmu kepada Kasab, sedangkan Allah swt telah menempatkan dirimu pada Maqom Tajrid, maka keinginanmu itu menurunkan semangatmu dan menurunkanmu dari tingkat yang tinggi".
3. Tidak Ada Yang Dapat Menembus Takdir
sawaabiqul hhimami laa takhriqu aswaarol aqdaari
"Kekerasan semangat perjuangan tidak dapat menembus tirai takdir".
5. Sagala Perkara Anu Geus Diancokeun Ku Allah Eta Moal Lungsur Lamun Teu Dipenta Heula
ijtihhaaduka fiimaa dlumina laka wa taqshiiruka fiimaa thuliba mingka dalilun 'alang thimaasil bashiiroti mingka.
"Rajinna anjeun dina ngahontal naon perkara anu geus ditangtukeun keur anjeun, pasti bakal datang ka anjeun, jeung lalaina anjeun dina ngalaksanakeun kawajiban-kawajiban, eta teh ngarupakeun bukti yen panon anjeun teh lolong.
6. Janganlah Engkau Kira Bahwa Allah Bisa Diatur Olehmu

laa yakun ta-akhkhuru-amadil 'athoo-i ma'l ilhaahi fiid du'aa-i muu jibal liya-sika fahhuwa dlomina lakal ijaabata fiimaa yakhtaa-ruhhu laka laa fiimaa takhtaaru linafsika wa fiil waqtil ladzii yuriidu laa fiil waqtil ladzii turiidu.
Janganlah lambatnya pemberian Allah kepadamu, sedangkan engkau bersungguh-sungguh dalam berdo'a menyebabkan engkau putus harapan, dikarenakan Allah telah menjamin menerima semua do'a menurut kehendak Allah, bukan menurut kehendakmu, dan menurut waktu yang telah ditentukan oleh Allah, bukan menurut waktu yang telah ditentukan olehmu".
7. Allah Berhak Melaksanakan Atau Tidak Melaksanakan Janjinya Terhadap Kamu

laa yusyakkikannaka fiil wa'di 'adamu wuquu'il mau'uudi wa-ing ta'aina zamanuhhu li-allaa yakuuna dzaalika qod haam fii bashiirotika wa-ikhmaadal linuuri sariirotika.
"Jangan sampai kamu jadi meragukan akan janji Allah, apabila Allah tidak melaksanakan janjinya itu kepadamu, walaupun waktunya telah cukup kamu terima, agar pandangan hatimu terhadap Allah tidak menjadi salah, dan tidak memadamkan cahaya hatimu".
8. Ma'rifat Adalah Karunia Allah Yang Diberikan Kepadamu Bukan Karena Banyak Amalmu
idzaa fataha laka wijhhatam minat ta'arrufi falaa tubaali ma'ahhaa ing qolla 'amaluka fainnahhu maa fatahaa laka illaa wa hhuwa yuriidu ay yata'arrofa ilaika alam ta'lam annat ta'arrufa hhuwa muuriduhhu 'alaika wal 'amaalu angta muhhdiihhaa ilaihhi wa ayna maa tuhhdiihhi ilaihhi mimmaa hhuwa muuriduhhu 'alaika.
"Apabila Allah swt membukakan jalan ma'rifat untukmu, maka janganlah kamu menghiraukan tentang amalmu yang masih sedikit, sebab Allah tidak membukakan ma'rifat kepadamu, melainkan Allah memperkenalkan diri-Nya kepadamu. Tidakkah kau ketahui, bahwa ma'rifat itu semata-mata pemberian karunia Allah kepadamu, sedangkan amal perbuatanmu itu merupakan hadiyah dari kamu, maka di manakah letak perbandingannya antara hadiyahmu dengan pemberian karunia Allah kepadamu".
9. Setiap Satu Karunia Allah Itu Adalah Satu Amal Kamu
tanawwa 'at ajnaasul a'maali litanawu'i wa irodaatil ahwaali.
"Beraneka warma jenis amalmu, dikarenakan bermacam-macam pula pemberian karunia Allah yang diberikan kepada hambanya".
10. Berbuatlah Amal Dengan Jiwa Dan Raga
al-a'maalu shuwarung qoo-imatuw wa arwaahuhhaa wujuudu sirril ikhlaashi fiihhaa.
"Amal perbuatan yang dikerjakan dengan badan lahir, adalah kerangka yang tegak. Sedangkan jiwanya adalah menghadirkan rasa ikhlas di dalam kerangka tersebut".
11. Tidaklah Sempurna Amalmu Apabila Kamu Merasa Lebih Tinggi Dari Yang Lain
idfiw wujuudaka fii ardlil khumuuli famaa nabata mimmaa lam yud fal laa yatimmanataa ijuhhu.
"Tanamkanlah dirimu di dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya".
12. Memikirkan Sesuatu Di Dalam Agama Sangat Baik Untuk Jiwa
maa nafa'al qolba syai-um mitsla 'uzlatiy yad khulu bihhaa miidaan fikrotin.
"Tidak ada yang bermanfaat untuk hati, sebagaimana beruzlah (menyendiri) untuk masuk kedalam medan bertafakur (memikirkan sesuatu tentang agama)".
13. Janganlah Ada Makhluk Di Dalam Hatimu, Janganlah Mengikuti Syahwat, Berdzikirlah Terus Di Dalam Hatimu, Dan Selalulah Bertobat
kayfa yasyruqu qolbung shuwarul akwaani mungthobi'atum fii mir-ààtihhi am kaiyfa yarhalu ilalloohhi wa hhuwa mukabbalum bisyahhawaatihhi am kayfa yathma'u ay yadkhula hadlrotalloohhi wa hhuwa lam yatathohhar ming janaabati ghofalaatihhi am kayfa yarjuu ay yafhhama daqoo-iqul asroori wa hhuwa lam yatub min hhafawaatihhi.
"Bagaimana hati akan menjadi terang, kalau di dalam hati terdapat gambaran dunia. Bagaimana bisa pergi menuju Allah, kalau masih terikat oleh belenggu syahwat nafsunya. Bagaimana bisa masuk ke Hadrot Allah, kalau masih belum bersuci dari ke-lupa-annya yang merupakan jinabatnya. Bagaimana akan mengerti tentang rahasia yang dalam, kalau masih belum bertobat dari kekeliruannya".
14. Apabila Melihat Benda-Benda, Maka Lihatlah Allah Pada Benda Tersebut
alkaunu kulluhhu zhulmatuw wa innamaa anaarohhu zhuhuurul haqqi fiihhi famar ro-aal kawna wa la yasyhhadhhu fiihhi aw 'ingdahhu aw qoblahhu aw ba'dahhu faqod aghwazahhu wujuudul anwaari wahujibat 'anhhu syumuusul ma'aarifi bisuhbil ààtsaari.
"Alam itu semuanya adalah kegelapan, dan yang menerangi alam tersebut sehingga terlihat oleh mata adalah karena penampakan Haq Allah pada alam tersebut. Maka siapa yang melihat alam tersebut tidak dibarengi dengan melihat Allah pada alam yang dilihat tersebut, atau di dalam alam tersebut, atau sebelum alam tersebut, atau sesudah alam tersebut, maka benar-benar ia telah disilaukan oleh wujudnya alam tersebut, dan tertutuplah kepadanya matahari ma'rifat oleh Suhubul Atsar (tebalnya tirai alam benda) ini".
15. Di Antara Keagungan Allah Adalah Tidak Ada Sesuatupun Yang Dapat Melihatnya
mimmaa yadulluka 'alaa wujuudi qohhrihhi subhaanahhu an hajabaka 'anhhu bimaa laysa bimawjuudim ma'ahhu.
"Di antara bukti-bukti yang menunjukan akan kekuasan Allah yang luar biasa, adalah dengan menghijab engkau dari melihat kepada-Nya dengan hijab tidak terlihatnya wujud Allah".
16. Allah Yang Menampakkan Segala Sesuatu
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwal ladzii azhhharo kulla syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Dia-lah yang Menampakan sesuatu".
18. Allah Terlihat Pada Segala Sesuatu
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwal ladzii zhohharo fii kulli syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dia yang Terlihat pada tiap sesuatu".
19. Allah Tampak Sebelum Adanya Sesuatu
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwal ladzii zhoharo likulli syai-in.
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwazh zhoohhiru qobla wujuudi kulli syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dia yang tampak pada segala sesuatu. Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang tampak sebelum adanya sesuatu".
20. Allah Lebih Tampak Dari Segala Sesuatu
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwa azhhharu ming kulli syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih tampak dari segala sesuatu".
21. Allah Maha Esa
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwal waahidul ladzii laysa ma'ahhu syai-un.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dia Yang Wahid (esa) yang tidak ada di sampingnya sesuatu apapun".
22. Allah Lebih Dekat Kepadamu Dari Segala Sesuatu
kayfa yatashowaru ay yahjubahhu syai-uw wa hhuwa aqrobu ilayka ming kuli syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu".
23. Bila Allah Tidak Ada, Maka Tidak Akan Ada Segala Sesuatu
kayfa yatashowwaru ay yahjubahhu syai-uw wa law laa hhu maa kaana wujuudu kulli syai-in.
"Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal apabila Allah tidak ada, maka niscaya tidak akan ada segala sesuatu".
24. Alam Ini Tidak Ada, Yang Ada Hanya Allah
yaa 'ajabang kayfa yazhhharul wujuudu fil 'adami am kayfa yatsbutul haaditsum ma'a mal lahhu washful qidami.
"Sungguh ajaib, bagaimana mungkin terlihat wujudnya alam yang adam (tidak ada). Atau bagaimana mungkin segala sesuatu yang hancur dapat bertahan disisi dzat yang bersifat qidam".
26. Janganlah Menunda Kebaikan, Karena Itu Adalah Kebodohan
ihaalatukal a'maala 'alaa wujuudil farooghi ming ru'uunaatin nafsi.
"Menunda perbuatan baik karena menantikan waktu yang tepat, adalah perbuatan bodoh yang mempengaruhi jiwa".
27. Janganlah Berandai-Andai: Andaikan Begini, Andaikan Begitu
laa tathlub minhhu ay yukhrijuka min haalatil liyasta'milaka fiimaa siwaahhaa falaw aroodaka laasta'malaka min ghoyri ikhrooji.
"Janganlah engkau meminta kepada Allah agar engkau dipindahkan dari suatu hal kepada hal lain yang dianggap lebih baik, sebab sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia telah memindahkanmu tanpa merobah keadaanmu".
Langganan:
Postingan (Atom)

























